Top WA
+62 816 260 276
Mon-Fri: 08.00-17.00

Prospek Cemerlang Perbankan Syariah 2025

15 Jul 2025
Posted by: Admin

Sektor perbankan dan keuangan syariah di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan populasi mayoritas Muslim yang terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk memimpin dalam ekonomi syariah global.

Sektor perbankan syariah telah melalui tahun 2024 dengan baik, di tengah berbagai dinamika global dan domestik yang cukup menantang. Mulai dari meningkatnya tensi geopolitik dunia, fluktuasi di sektor bisnis dan keuangan, juga pergantian kepala pemerintahan baik di Indonesia maupun Amerika Serikat.

Hal itu terlihat dari aset perbankan syariah global yang melanjutkan tren pertumbuhannya pada 2024 lalu. Tercatat pada 2024, prospek aset perbankan syariah global mencapai 2.580 miliar dollar AS, atau naik 8,82 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Persentase kenaikan ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yakni sebesar 5,47 persen yoy.

Demikian pula di tataran nasional, sektor perbankan syariah juga mampu bertumbuh dengan baik, baik dari sisi aset, penghimpunan dana pihak ketiga, penyaluran pembiayaan, maupun peningkatan layanan.

Pertumbuhan perbankan syariah yang solid dan resilien setidaknya tecermin dari capaian kinerja PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang menjadi pemimpin pangsa pasar di Indonesia.

Sejak didirikan melalui proses merger pada 1 Februari 2021, BSI terus tumbuh secara sehat dan berkualitas. BSI mencatatkan pertumbuhan aset dalam tiga tahun terakhir mencapai 48 persen sejak 2020 hingga Desember 2023.

Hingga kuartal III-2024, kinerja keuangan BSI tumbuh positif dari segi aset, pembiayaan, hingga dana pihak ketiga (DPK), semua terjaga pada level dobel digit di atas 15 persen.

Torehan BSI yang tumbuh impresif berkelanjutan tak terlepas dari strategi transformasi yang konsisten dan berkesinambungan, khususnya digitalisasi layanan perbankan syariah yang terus diperkuat dengan menghadirkan super apps BYOND.

Prospek 2025

Lalu, bagaimana prospek perbankan syariah pada 2025? Tahun ini diproyeksikan menjadi momentum positif bagi ekonomi syariah di Indonesia.

Dengan dukungan regulasi yang semakin baik, serta kesadaran masyarakat yang terus meningkat, inilah saatnya sektor perbankan syariah memanfaatkan momentum untuk meningkatkan kontribusinya pada perekonomian. Sektor ini juga diuntungkan dengan tren penurunan BI rate secara gradual yang mendukung peningkatan pembiayaan.

Proyeksi pertumbuhan pembiayaan syariah pada 2025 diperkirakan Rp 713 triliun, meningkat 12,4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dalam menghadapi peluang ini, inovasi menjadi kata kunci.

Perbankan syariah harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern, baik melalui digitalisasi layanan maupun diversifikasi produk.

Dengan memaksimalkan keunggulan kompetitif yang dimiliki, sektor ini berpeluang menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

Menyambut momentum Tahun Baru 2025, mari kita melirik kembali sejumlah faktor utama yang mendukung optimisme akan prospek tersebut.

Pertama, pertumbuhan ekonomi syariah di dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi syariah tak hanya terlihat dari peningkatan jumlah lembaga keuangan syariah, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan berbasis syariah.

Di sisi lain, sektor keuangan syariah yang menjadi pelumas roda ekonomi syariah juga terus menunjukkan perkembangan positif. Data dari BSI Sharia Economic Outlook 2025 menunjukkan bahwa total aset keuangan syariah di Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga Rp 3.430 triliun pada 2025, meningkat signifikan dari Rp 2.744 triliun pada 2024.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kontribusi sektor halal, pasar modal syariah, dan pembiayaan berbasis syariah.

Kedua, ekosistem halal yang semakin kuat dan terintegrasi.

Ekosistem halal yang terintegrasi memberikan landasan yang kokoh bagi perkembangan ekonomi syariah. Proyeksi menunjukkan bahwa konsumsi produk halal di Indonesia dapat mencapai 196,39 miliar dollar AS pada 2025, dengan fokus utama pada makanan dan minuman halal, farmasi, serta kosmetik.

Bank syariah dapat berperan aktif sebagai fasilitator utama dalam mendukung pembiayaan dan pengembangan usaha di sektor-sektor industri tersebut sehingga berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru.

Ketiga, berbagai inovasi dan pengembangan layanan yang terus dilakukan oleh para penyedia jasa layanan keuangan syariah dalam merangkul masyarakat. Salah satunya dengan mengoptimalkan sektor haji dan umrah dengan memberikan layanan yang komprehensif bagi para jemaah dan calon jemaah.

Setiap tahunnya, jutaan umat Muslim Indonesia menunaikan ibadah haji dan umrah. Hal ini menciptakan peluang besar bagi perbankan syariah dalam menyediakan layanan tabungan haji, pembiayaan perjalanan, serta investasi yang terkait dengan fasilitas ibadah.

Pada 2025, optimisme ini didukung oleh stabilitas ekonomi domestik dengan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,1 persen-5,2 persen, yang berkontribusi pada daya beli masyarakat untuk keperluan ibadah. Dengan pengelolaan yang efisien, sektor ini dapat menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan bank syariah.

Sektor perbankan syariah pada tahun ini juga dapat mengoptimalkan peluang pengembangan layanan dengan lahirnya regulasi untuk mengembangkan usaha bullion (emas).

About Company
BPRS adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu-lintas pembayaran